Sabtu, 22 Oktober 2011

”Buku Horror Bis Malam Penasaran”


Ruben sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi Ruben:
“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”
“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Bis Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.
“Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.
Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben.
“Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf yang tercantum:
 Bis Malam Penasaran
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 15.000,-

Sumber: Gudang Humor.com

Jumat, 07 Oktober 2011

CINTA & WAKTU

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.  Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku! " teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu diperahuku ini." Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!",teriak Cinta. Namun  Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi
Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." Sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,"kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat  Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi ? Dia adalah Waktu" kata orang itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolongku "tanya Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta. Walau jarak dan waktu memisahkan qta,tapi itu bukanlah halangan untuk qta saling mencinta... suatu saat qta pasti dapat bersama dalam cinta..amiieen

Kamis, 06 Oktober 2011

Kesan pesan pertama bertemu dengan “nya”


Kesan pertama bertemu dengannya ??? tidak menyenangkan. Tak ada sedikitpun apresiasi dari apa yang sudah ku usahakan untuk dia. Aku memang tidak bisa, tapi semua sudah ku usahakan semaksimal mungkin.  Tapi apa tanggapannya ?  nihil. Tak ada sama sekali. Dan selanjutnya, semua menjadi kaku.

kontemplasi

My love, I’m still here
In The land of million dreams
The land as tender as the clouds
The land so sweet
Noble
Sincere
And delightful
The land where I long for you
In every breath I take
Every second
Every single time

My love, the land is very beautiful
Prosperous and fertile as a diamond mine
The citizens are friendly
Polite
And open-handed
They are so open-hearted
They all excite me and make me happy

My love, the land is safe and peaceful
Anybody must be feeling comfortable here
As comfortable as sittingon a sofa

My love, in my place
Houses are neatly built in rows
Children leave for schools
Parent working for decent income
Everybody lives healthily
Peacefully and harmoniously

My love, I just woke up
I was dreaming
I’m scared, it’s still dark here

My love,
Maybe I’ve been away from You lately
Abandoning the messages in Your early ‘Manuscripts’

My love, the road is indeed long and exhausting
But this must be the road to glory
At the end of this road
I am sure that there will be a bright light

Minggu, 02 Oktober 2011

Islam – Sahabatku, Berjuang Menjadi Muslimah


Islam - Sahabatku, Berjuang Menjadi Muslimah
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Akhwatifillah dan ikhwatifillah, sahabat-sahabat saya dalam dakwah, semoga Allah selalu merahmati kita dalam keteguhan dakwah, semoga ukhuwah ini tetap sebagai jalan menjalin silaturahmi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Salam dari saya untuk antum yang sedang berjibaku dengan dakwah dan untuk antum yang sedang dalam proses “restorasi” pribadi biasa menjadi pribadi islami. Mari besama-sama tumbuhkan semangat dalam diri ini untuk menjadi seperti sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar ibn Al Khaththab, Utsman ibn Affan, ‘Ali ibn Abi Thallib, ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, semangat Khadijah, ‘Aisyah, dan masih banyak yang lain. Semoga Allah merahmati beliau semua dan merahmati kita dengan petunjuk-Nya. Aamiin.
Langsung saja, saya punya cerita, ini kisah nyata tentang sahabat saya yang saat ini sedang dalam proses “restorasi” tersebut, tak perlu disebut namanya, semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, untuk sahabat saya tetap istiqomah ya, Allah selalu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Dia seorang mahasiswi di sebuah universitas negeri di Indonesia. Dia berjilbab yang modis dan tren saat ini yang kayak anak muda zaman sekarang. Baik, begini ceritanya… Sudah hampir kebiasaan kalau di zaman sekarang, yang namanya anak muda itu “pacaran”, “kalau gak pacaran gak keren”, ada yang bilang seperti itu, tapi apalah namanya itu realita saat ini. Virus merah muda, “pink virus” bahasa kerennya, sudah menjadi tren saat ini, jadi tidak aneh kalau antum  punya teman yang pacaran. Nah, virus ini pun juga menjangkiti sahabat saya ini, dia menjalani tren global yang memang sedang “booming”. Tak apalah, itu masa lalu dan akhirnya sahabat saya sadar akan kesalahannya memilih tertular virus ini.
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan durhaka dan jalan ketaqwaannya.” (Q. S. Asy Syams [91]: 8 )
Sekarang kita tinggal pilih aja antara salah dan benar, berpacaran atau tidak. Kita diberi akal pikiran dan hati untuk mempertimbangkan setiap keputusan. Dan sahabat saya memilih untuk tidak berpacaran dan meninggalkan dunia merah muda tadi ke jalan yang diridhoi-Nya. Semoga Allah meneguhkan niatnya. Dalam diri sahabat saya ini terjadi konflik, antara meneruskan atau tidak, dia merasa yakin seyakin-yakinnya, tapi terkadang ragu-ragu, banyak teman-temannya yang mengatakan dia aneh dengan perubahan itu. Ya benar, dia ingin menjadi muslimah yang baik.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan mencegah diri dari hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya.” (Q. S. An Naazi’at [79]: 40-41)
Hawa nafsu, benar, itulah dasar orang pacaran dan begitu pun sahabat saya ini. Dia sadar itu hawa nafsu yang mengajaknya menjalani muamalah yang tidak islami. Semoga kita bisa terhindar ya… Sebuah kesadaran dari seorang akhwat yang penting untuk mengawalinya sebuah perubahan. Dia ingin menjadi muslimah yang baik. Suatu malam hp saya bunyi, “kring, kring, kring”, efek dramatis mode on, saya lihat pukul 19.47, dari penelpon tertulis “privat no.”, dalam hati bertanya-tanya, ya sudah saya angkat. Ucapan pertama yang sudah biasa dan semestinya kita ucapkan “Assalamu’alaikum” dan dia menjawab sesuai jawabannya. Dia menangis, dia menangis selama hampir 2 jam, dia cerita banyak hal. Waktu pun berjalan, ngobrol tentang gimana menjadi muslimah, dia ingin berubah dan sebagainya, akhirnya malam itu juga dia niatkan untuk berubah, malam itu juga dia putuskan pacarnya, malam itu juga dia putuskan untuk memakai jilbab panjang, malam itu juga dia memutuskan untuk menutup aurat, kecuali telapak tangan dan wajah,eits…sedikit tambahan, banyak akhir-akhir ini teman-teman kita berjilbab tapi telapak kakinya tidak tertutup, kan sayang, kan itu juga aurat, jadi ana berharap teman-teman bisa ditutup ya, maaf kalau menurut antum salah, tapi ini keyakinan saya. Balik ke cerita, dia pun bulan berikutnya memutuskan untuk pindah kos ke sebuah yayasan islam, sebuah tempat tinggal yang bernuansa islami selain untuk menjaga hati juga untuk memperdalam islam juga, maaf ya kawan kalau salah sebut nama yayasannya,hehehe…
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al Ahzaab [33]: 59)
Berjilbab membuat seorang muslimah lebih anggun dan dihormati, tapi yang terpenting adalah hati. Jika hati berjilbab, pesona seorang muslimah akan semakin indah yang akan memukau para syuhada untuk menjadikan dia istri pendamping dakwah. Itulah motivasi dari sahabat saya, semoga kita juga memiliki semangatnya merestorasi jiwa. Tentang tuntutan menutup aurat untuk seorang muslimah juga tercantum di Surat An Nur ayat 31, silakan dibaca karena panjang ayatnya, mau diketik bisa kriting ne jempol, lha wong ngetiknya lewat hp, semoga ini bukan suatu ketidakikhlasan dari saya. Untuk ikhwannya silakan baca di Surat An Nur ayat 30 tentang menjaga pandangan karena rangsangan “listrik” itu timbul dari pandangan. Begitupun pacaran bisa terjalin berawal dari pandangan dulu. Kawan-kawan sekalian pasti tahu pacaran saat ini bagaimana. Naudzubillah…
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Israa’ [17]: 32)
Jangan mendekati zina, apa lagi berzina, naudzubillah. Zina itu banyak hal, zina mata, zina lidah, zina telinga, zina tangan, zina hati dan pikiran. Terkadang kita tak sadar telah melakukannya. Astaghfirullah…
“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Q. S. Al A’raaf [7]: 178)
Inilah hidayah, inilah petunjuk yang sahabat saya peroleh. Sebuah kesadaran yang jangan disia-siakan, Allah masih sayang sama dia, sama kita, jangan sampai yang datang bukan petunjuk, tapi laknat Allah untuk kita karena kita tak mengindahkan petunjuk-Nya. Semoga kita menjadi manusia yang selalu dirahmati Allah. Untuk sahabat saya, semoga kisah ukhti bisa menjadi pelajaran buat kami semua dan ukhti bisa tetap istiqomah. Untuk kawan-kawan semua, semoga kita senantiasa mendekatkan diri dengan Allah. Kalau ada salah ana mohon maaf. Jazakumullahu khairan katsira, semoga bermanfaat…

Sabtu, 01 Oktober 2011

"Hatiku Galau"

Aku terhenyak dalam diam
Tanpa bicara
Tanpa ada suara
Meski begitu
Dalam hati yang terasa telah mati
Terangkai sejuta kata
Untuk satu makna rasa

Bagai rembulan redup
Menatap pelangi yang sayup
Menyapa mendung senja
Gelap. Pekat
Hampa dan tak bermakna
Hati yang dulu terbuka hanya untukku
Kini terkatup. Tertutup

Indah cinta
Berbingkai tujuh warna pelangi
Terlukis lembut
Di atas kanvas langit yang basah
Ketika cinta pergi
Indah pelangi tak terasa lagi
Lenyap. Senyap

Pikiranku hanyut
Melawan deras arus rasa
Yang kelu tapi lembut
Namun tetap bergelayut
Membuat fikiranku kalut
Hatiku galau
Semua bersenandung kaku

by. Dwi Fitria

Minggu, 17 Juli 2011

...

I wiLL aLways Love you aLthough you are not for me...
n oNe thing,you must remember that my heart is JUST FOR YOU. . . . . .